Fungsi pig dalam operasi adalah untuk separasi produk, memperbaiki efisiensi pipa, mendorong kotoran, menyalurkan inhibitor korosi, meter proving dan inspeksi. Bila pigging diperlukan selama operasi, maka pipa transmisi harus dirancang dengan trap permanen. Berikut beberapa penjelasan mengenai salah satu fungsi pigging selam operasi :
Monday, 1 August 2011
Pigging Setelah Konstruksi
Setelah konstruksi, lubang saluran pipa pada umumnya mengandung kotoran, karat, dan millscale. Semua kotoran ini harus dibersihkan dengan tujuan sebagai berikut :
• Mencegah kontaminasi gas yang nantinya akan mengganggu pelanggan, mungkin akan menyumbat lubang pembakaran dan lain sebagainya.
• Mencegah kontaminasi gas yang nantinya akan mengganggu pelanggan, mungkin akan menyumbat lubang pembakaran dan lain sebagainya.
Pigging Sewaktu Konstruksi
Pigging sewaktu konstruksi
Operasi utamanya adalah pembuangan kotoran, pengukuran lubang internal, pembersihan kotoran, karat, dan millscale, pengisian air untuk hidrotes dan pembuangan air sebelum Commissioning.
a) Pembuangan Kotoran (Debris)
Secara garis besar, segera setelah suatu bagian pipa transmisi komplit, pig dengan didorong udara dimasukkan ke pipa untuk menyapu kotoran. Bagian-bagian yang dibersihkan cukup pendek sehingga tidak memerlukan kompresor yang besar.
Inspeksi Pigging
Lubang saluran pipa pada umumnya mengandung kotoran, karat, dan mill scale. Semua kotoran harus dibersihkan dengan tujuan sebagai berikut :
• Mencegah kontaminasi gas yang nantinya akan mengganggu proses produksi, mungkin akan menyumbat lubang pembakaran dan lain sebagainya.
Sacrificial Anode
Pada sistem ini, menggunakan anoda galvanis yang mempunyai perbedaan potensial natural dengan pipa yang akan diproteksi. Anoda yang digunakan berupa magnesium atau zinc, yang bersifat anoda terhadap pipa yang diproteksi dan dikoneksikan langsung ke pipa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
