Showing posts with label Greatest Design. Show all posts
Showing posts with label Greatest Design. Show all posts

Saturday, 5 June 2010

Makkah Mega Project 2020


RENOVASI BESAR MASJID TERSAKRAL

Suara klakson truk-truk pengangkut material bangunan membelah ratusan jamaah yang bergegas menuju Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, suatu siang di penghujung Juni lalu. Di tengah sengatan matahari gurun sepanas 44 derajat celsius, para jamaah menepi sembari menutup hidung. Mereka terkepung kepulan debu pekat dari roda truk yang menjejak tanah tak rata akibat reruntuhan gedung.

Mobil pemadam kebakaran terlihat beberapa kali menyemprotkan air untuk mengurangi debu. Tapi upaya itu malah membuat sebagian jamaah yang berasal dari Indonesia ekstra hati-hati. "Awas kubangan, lompat sedikit, ya, Bu," seru seorang jamaah perempuan sambil memegang erat lengan sang bunda yang sudah berusia lanjut. Selamat dari kubangan, mereka masih berusaha agar tak tersandung pada bongkahan besar-kecil rongsokan bangunan.

Belasan ribu bangunan hotel, rumah, toko, dan kantor, yang dulu memenuhi sisi barat daya hingga utara Masjidil Haram, kini nyaris rata dengan tanah. Suasana di lokasi seluas 230.000 meter persegi itu awut-awutan. Persis seperti zona perang. Bukit-bukit reruntuhan bangunan menyembul sepanjang tebaran mata. Beberapa gedung masih tegak berdiri, tapi nyaris tanpa dinding.

Ratusan truk, buldozer, dan crane milik kontraktor Saudi bin Laden terlihat hilir mudik. Sedangkan mesin-mesin pengungkit raksasa menjulang di angkasa, di sekeliling bangunan dan menara Masjidil Haram yang terbungkus kerangka besi. Semua ini membuat tampilan anggun masjid terluas di dunia itu seperti dalam kartu pos sama sekali tak terlihat.

Renovasi besar-besaran itu mulai berderap Mei lalu atas perintah Abdullah, selaku Penjaga Dua Kota Suci (Khadimul Haramain). Raja Abdullah ingin menambah 35% kapasitas Masjidil Haram. Pada saat ini, masjid seluas 356.000 meter persegi itu mampu menampung hingga 2 juta jamaah di dalam dan di halaman.

Proyek pengembangan keempat itu bisa dibilang yang terbesar. Menurut data dari Kementerian Urusan Kota dan Desa, yang dipublikasikan kantor berita KPA, Pemerintah Arab Saudi akan memperluas halaman masjid, membangun tempat parkir, dan memperluas lokasi sa'i antara Bukit Shafa dan Marwah menjadi tiga tingkat.

Pembangunan intensif juga terjadi di Mina, Musdalifah, dan Arafah, yang menjadi rangkaian tempat pelaksanaan ibadah haji. Tempat pelemparan jumrah ditata ulang demi keamanan jamaah. Jaringan transportasi subway juga akan dibangun mulai seputar Masjidil Haram hingga Arafah.

Proyek yang diperkirakan baru tuntas tahun 2020 itu bakal menyerap dana hingga US$ 100 milyar (Rp 920 trilyun). Gelontoran dana superbanyak ini mencakup pembangunan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel-hotel baru di Mekkah.

Sumber pendanaannya beragam, dari asing hingga dana internal Saudi yang tengah menikmati berkah melambungnya harga minyak dunia, yang nyaris menyentuh US$ 150 per barel. Meski proyek itu tergolong amat besar, para investor sama sekali tak ragu menanamkan modalnya. "Bagi mereka, tempat ini adalah safe haven yang menjanjikan keuntungan besar. Musim haji dan umrah rutin berjalan tiap tahun, dengan jumlah muslim dunia yang terus bertambah," kata Imad Awad, Head of Equity Capital Markets NBD Investment Bank.

Setiap tahun, jumlah jamaah haji mencapai 4 juta orang, plus belasan juta jamaah umrah. Selama lima tahun mendatang, jumlahnya meningkat hingga 10% setiap tahun. Data Kadin Mekkah menyebutkan, tahun lalu, belanja para jamaah haji dan umrah mencapai 10 milyar riyal (Rp 25 trilyun) di Mekkah saja.

Kehadiran 15-an juta jamaah itu tentu saja membutuhkan akomodasi tempat tinggal serta kesempatan beribadah yang nyaman dan memadai. Inilah salah satu landasan utama Raja Abdullah menggelar renovasi dan perluasan Masjidil Haram dan seluruh lokasi ibadah haji lainnya. Menurut Fahas bin Al-Jarboa, Wakil Sekretaris Jenderal Supreme Commission for Tourism in Saudi Arabia, megaproyek itu bakal mengubah seluruh kawasan seputar Masjidil Haram. "Kami berharap, ini juga akan mengubah Mekkah secara dramatis," kata Fahas.

Dramatis, karena pembersihan kawasan sekitar Masjidil Haram tak segan meruntuhkan bangunan megah hotel bintang lima dan empat sekalipun. Mulai Hotel Sheraton, Hotel Sofitel, Hotel Qurtuba, Hotel Zahret, Hotel Darkum, Hotel Talal, Hotel Firdaus Umrah, hingga Hotel Firdaus Mekkah, semuanya akan diratakan dengan tanah. Hotel-hotel ini, bersama bangunan perumahan lainnya, masuk areal seluas 587.250 meter persegi di seluruh Mekkah yang harus ditata ulang.

Jika ditotal, renovasi Masjidil Haram dan kota Mekkah dijalankan lewat 973 proyek baru. Terbagi menjadi beberapa wilayah, seperti 85 proyek di wilayah Syamiyah yang terletak di sisi barat laut hingga utara Masjidil Haram. Kawasan ini akan dipenuhi hotel bintang lima, pertokoan, pusat perbelanjaan, dan restoran.

Di sisi barat Masjidil Haram yang meliputi kawasan Jabal Umar dan Jabal Ka'bah dibangun hal serupa. Plus stasiun kereta api induk, areal parkir yang mampu memuat 12.000 mobil, pasar, dan fasilitas umum lainnya. Sebuah terowongan sepanjang 1.000 meter akan dibangun menembus Jabal Umar dan menyambung ke Jalan Ummul Qura.

Di sisi tenggara dan selatan, yang mencakup kawasan Jabal Khandama, dibangun hunian untuk menampung 240.000 orang. Salah satu proyek terbesar di kawasan ini adalah Abraj al-Bait. Proyek pembangunan tujuh menara pencakar langit ini selesai tahun depan dan sanggup menampung 65.000 orang. Di kawasan ini juga dibuat jalur pejalan kaki menuju Masjidil Haram, yang terhubung dengan dua jalan utama.

Meski perombakan besar-besaran kali ini diiringi dengan pembangunan fasilitas angkutan massal dan pelayanan publik lainnya, bagi sebagian ahli sejarah dan tata kota, perubahannya terlalu besar. Salah satu pihak yang keberatan adalah Sami Angawi, arsitek dan pendiri Centre for the Custodian of the two Holy Mosques Institute for Hajj Research. Sami menilai, mereka tengah menyaksikan detik-detik terakhir Mekkah tampak seperti pada saat diciptakan Tuhan dengan lanskap dan gunung-gunungnya.

Pemerintah Saudi ingin meratakan gunung-gunung di Mekkah supaya lebih banyak lahan datar. "Mestinya lanskap kota Mekkah tradisional tetap dipertahankan. Jangan hanya memikirkan bagaimana menampung sebanyak mungkin orang dan seberapa banyak uang yang bisa diperoleh," ujar Sami.

Beberapa pihak lain menyayangkan pembangunan gedung pencakar langit di sekitar Masjidil Haram itu. Sebab gedung pencakar langit itu akan menutupi pandangan dari Ka'bah dan landmark di sekelilingnya. Kondisi ini akan menghilangkan keseimbangan letak Masjidil Haram, yang secara filosofis dipandang sebagai contoh pusat keseimbangan dunia. "Alasan mereka bisa dipahami. Tapi, di sisi lain, kita butuh tempat untuk menampung jamaah," kata Lahem al-Nasser, seorang ahli perbankan Islam yang mendukung megaproyek perluasan Masjidil Haram itu.

Megaproyek ini juga memicu kenaikan harga properti di Mekkah. Kini harga tanah mencapai 250.000 riyal (Rp 625 juta) per meter persegi di kawasan sekitar Masjidil Haram. Nyaris dua kali lipat dari harga tanah di Monako, negara yang selama ini memiliki kawasan real estate paling mahal menurut data Global Property Guide. "Malah para pengembang mengira, harga tanah akan naik empat kali lipat hingga 1 juta riyal (Rp 2,5 milyar) per meter," ujar Imad Awad. Harga tanah yang paling mahal ini terletak di area yang bisa melihat langsung pemandangan Ka'bah.


Sunday, 16 May 2010

Amazing Building in Kuwait

1. Al-Hamra Tower, Kuwit City

Bangunan ini menjulang tinggi 412 m di atas permukaan laut. Struktur bangunannya sangat elegan dengan balutan dinding kaca di sekeliling menara yang merupakan perwujudan dari semakin berkembangnya dunia arsitektur di Kuwait. Bangunan ini juga difungsikan sebagai wilayah perkantoran yang juga sebagai lambang supremasi Kuwait terhadap kemajuan dunia desain, serta sebagai tanggapan atas semakin merebaknya desain-desain elegan nan artististk di dunia ini seperti Menara Al-Burj di Dubai.


2. Invosys Building in Kuwait

Merupakan salah satu bangunan dengan desain unik yang sangat artistik dan penuh dengan kesulitan. Bangunan ini merupakan hasil pengembangan dari buah pikir seorang arsitek yang menganggap bahwa sekitar 50 tahun mendatang para manusia akan sangat menyukai tempat kerja mereka seperti bentuk usus yang melingkar-lingkar dan penuh belokan. Dengan suatu pemikiran yang awalnya terlihat konyol ini maka terciptalah suatu bangunan spektakuler yang benar-benar membuat setiap mata yang melihat akan mengucapkan kata-kata kekaguman, karena bangunan ini memang benar-benar mempunyai nilai seni yang sangat tinggi dan belum ada yang menyamai.










3. Central Bank Of Kuwait

Adalah bangunan perkantoran yang yang sangat futuristik dan penuh dengan nilai keindahan. Bangunan ini diilhami dari bentuk piramida, hanya saja segitiga di atasnya dipotong sehingga tidak meruncing. Terdiri bangunan echo-geometris yang disesuaikan dengan budaya bangsa Kuwait dan terletak di dekat Masjid Khamis. Dinding-dindingnya akan dibuat dari batu impor yang difungsikan sebagai wastafel untuk menyerap panas dan melindungi dinginnya iklim gurun pada malam hari. Pada arah selatan maka dipasang kaca ganda berstandar internasional sehingga memungkinkan para penghuni bangunan ini melihat indahnya panorama sekitar serta sebagai sarana konservasi energi.

Lilypad, Pulau Terapung 2100

Menurut prinsip Archimedes, mencairnya es batu dalam segelas air tidak akan mempengaruhi ketinggian permukaan air dalam gelas. Pengertian seperti ini bisa diterima akal dengan syarat tidak ada pengaruh lain yang terjadi pada gelas tersebut. Akan tetapi ketika kita melihat pada kondisi Bumi, maka untuk kondisi mencairnya gumpalan es di kutub jelas sangat bertentangan dengan prinsip Archimedes di atas. Ketika suatu gumpalan es mencair, maka yang terjadi cairan es tersebut akan memenuhi volume lautan karena gumpalan es tersebut terletak di danau yang letaknya lebih tinggi dari permukaan air laut, seperti yang ada di Antartika dan Greenland. Alasan lain dari naiknya permukaan air laut adalah terjadinya gletser continental di berbagai belahan dunia serta dilatasi air bawah laut akibat pengaruh suhu yang semakin panas karena pemanasan global.

Menurut perkiraan GIEC (Intergovermental group on the evolution of the climate), permukaan air laut naik 20-90 cm selama abad 21 dengan status quo sebesar 50 cm (perbandingan dengan abad 20 yang hanya naik 10 cm). berdasar pada penelitian dunia, untuk kenaikan suhu sebesar 1 derajat celcius akan mengakibatkan kenaikan air laut sebesar 1 meter, peningkatan air laut sebesar 1 meter ini akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar yakni 0.05% di Uruguay, 1% di Mesir, 6% di Belanda, 17.5% di Bangladesh, dan sampai 80% untuk wilayah Oseania dan sebagian Maladewa. Kenaikan air laut ini akan merugikan lebih dari 50 juta penduduk di Negara-negara berkembang seperti Vietnam, Mesir, Bangladesh, Guyana, atau Bahama karena tempat mereka akan hilang tersapu banjir air asin yang menggenangi wilayah pertanian mereka yang subur. Akan ada sekitar 250 juta jiwa akan mengungsi karena tempat tinggal mereka tersapu banjir seperti New York, Bombay, Calcutta, Ho Chi Minh City, Shanghai, Miami, Lagos, Abidjan, Jakarta, Alexandria, dan lainnya. Maka karena alas an itulah para arsitek dan beberapa ilmuwan yang peduli dengan kondisi Bumi kita ini menciptakan suatu karya maha dahsyat yang mereka juluki Lilypad atau pulau terapung yang nantinya digunakan sebagai tempat tinggal dan juga sebagai penahan terjadinya pemanasan global.





The Eye Of The Storm

The Eye Of The Storm merupakan gedung festifal termegah yang terdapat di Pulau Nodeul, suatu pulau buatan yang terletak di sepanjang Sungai Hangang. Bangunan ini direncanakan selesai pada 31 Desember 2010 yang nantinya digunakan sebagai pusat seni pertunjukan di Seoul. Bangunan ini dihubungkan oleh jembatan indah yang di sisi-sisinya terdapat air mancur yang semakin membuat bangunan ini semakin nampak indah dan eksotis. Jembatan ini difungsikan untuk para pejalan kaki, mobil, dan kereta api. Pada malam hari bangunan seni ini akan tampak lebih indah karena kolaborasi lampu-lampu hias yang indah nan cantik selalu menemani setiap langkah pengguna jembatan dan penikmat The Eye Of The Storm ini.

Bangunan seni ini termasuk yang termegah yang pernah dibuat, dengan kapasitas tempat duduk mencapai 6000 buah dan fasilitas pertunukan yang luar biasa hebat karena memadukan efek cahaya matahari, kaca, dan air yang digunakan sebagai media monitor untuk menampilkan gambar dan video sehingga terkesan benar-benar hidup. Bangunan ini juga dilengkapi dengan beberapa taman yang ditanami berbagai pepohonan seperti apel dan jeruk yang difungsikan unutk menetralisir gas karbondioksida, sehingga tempat ini akan terasa lebih segar dan benar-benar alami.