Thursday, 5 May 2011

Malouda minta Ancelotti bertahan

Gelandang Chelsea, Florent Malouda, berharap Carlo Ancelotti bertahan pada musim depan. Menurut dia, Ancelotti kunci kesuksesan Chelsea.
Gelandang Chelsea, Florent Malouda, berpendapat bahwa Pelatih Chelsea Carlo Ancelotti telah menciptakan stabilitas bagi timnya. Karena itu, Malouda berharap Ancelotti tetap bertahan di Stamford Brigde pada musim depan.

Ancelotti didatangkan dari AC Milan akhir musim 2008-2009. Pada musim pertamanya, ia membawa Chelsea menjuarai Piala FA dan Premier League. Sayang, musim ini mereka terancam tanpa gelar.
Satu-satunya gelar yang mungkin diraih adalah Premier League. Kini, John Terry dan kawan-kawan duduk di tempat kedua dengan selisih tiga angka dari penguasa sementara Manchester United. Kedua kubu bisa bertukar posisi saat bertemu akhir pekan ini. Namun, menurut pemberitaan di Inggris, kegagalan menang atas MU bisa membuat Ancelotti dipecat.

Wednesday, 4 May 2011

Fracture Mode

Keretakan menjadi suatu permasalahan yang sangat ditakutkan baik untuk struktur yang plastik maupun yang elastis. Keretakan bisa terjadi karena beberapa hal, diantaranya :

1. Mulur (creep)
2. Stress Intensity (intensitas tegangan yang mengenai)
3. Defleksi (akibat pengaruh momen)
4. Stress Corrosion Cracking (korosi retak), dan lain-lainnya.

Kejadian retak pada suatu struktur biasanya diawali oleh adanya retak awal (initial crack) yang bisa terjadi karena korosi, kesalahan produksi, maupun kesalahan ketika instalasi. Pada prosesnya retak awal ini akan merambat seiring dengan perlakuan mekanik yang diterima oleh material tersebut. Istilah proses retak biasa disebut dengan fracture mode (mode keretakan) yang secara konsep dibagi menjadi 3 macam yakni Mode I, Mode II, dan Mode III. Berikut adalah konsep retak untuk Mode I :
Mode I ini terjadi dikarenakan adanya perlakuan strain (tarikan) pada material yang telah terkena retak awal. Perlakuan tarik ini akan memberikan dampak yang lebih buruk dari pada perlakuan tekan.
 

Elastic Plastic Fracture Mechanics

Pada umumnya sifat material adalah elastis, artinya ketika suatu meterial mendapatkan tegangan (stress) maupun tekanan (pressure) maka akan kembali lagi ke bentuk awalnya. Sifat material yang elastis sering disebut dengan istilah material ductile atai material yang mempunyai tingkat "kealotan" cukup tinggi. Akan tetapi, pada kondisi real di lapangan, tidak semua material (logam/metal) mempunyai sifat seperti ini apalagi jika dihadapkan pada kondisi yang berkaitan erat dengan temperatur/suhu. Suhu yang tinggi akan mengubah sifat dasar material yang asalnya ductile (alot) menjadi brittle (getas). Ketika suatu material sudah mencapai tahapan ini, maka penggunaan analisa linear elastis sudah tidak relevan lagi.


Stress Intensity Factor

Faktor intensitas tegangan (Stress Intensity Factor/SIF) merupakan fungsi dari panjang dan arah retak, geometri, serta distribusi beban yang diberikan. SIF sangat berpengaruh pada proses retak yang terjadi pada benda-benda plastis, dan ketika ukuran pada daerah plastis pada ujung retak lebih kecil dibandingkan panjang retak maka akan mengakibatkan pengaruh tegangan akibat lingkungan menjadi lebih dominan pada proses perambatan retak pada suatu material.

Fracture Toughness

Fracture toughness merupakan kemampuan material untuk menahan beban atau deformasi yang terjadi akibat retak dengan memperhatikan faktor cacat material, geometri material, kondisi pembebanan, dan tentunya property material yang digunakan. Pengertian yang lebih mudah fracture toughness bisa disebut sebagai ketanguhan retak suatu material untuk mengevaluasi kemampuan komponen yang mengandung cacat untuk melawan fracture (pecah/patah).

Besarnya nilai fracture toughness dipengaruhi oleh ketebalan suatu material, semakin tebal suatu material maka nilai fracture toughness akan semakin besar akan tetapi jika tebal material melebihi batas kritis maka akan menyebabkan nilai fracture toughness cenderung konstan. Ketebalan suatu material dipengaruhi oleh kondisi pembebanan, jika beban yang diberikan merupakan plane strain (regangan/tarikan) maka akan membutuhkan nilai ketebalan yang lebih besar sedangkan jika beban yang diberikan merupakan plane stress (tekanan) maka membutuhkan nilai ketebalan yang relatif lebih kecil. Berikut adalah gambar grafik perbandingan nilai tebal material dengan nilai fracture toughnes.